Liverpool memulai musim baru dengan momen penghormatan yang mendalam untuk mendiang Diogo Jota dan saudaranya, Andre Silva, yang meninggal dalam kecelakaan mobil bulan lalu. FOOTBALL STRIDE, akan membahas informasi menarik mengenai sepak bola hari ini, simak pembahasan ini.
Sebelum laga melawan Bournemouth, seluruh stadion Anfield mengheningkan cipta sementara para suporter membentangkan spanduk bertuliskan “DJ20” dan “AS30” sebagai bentuk penghormatan. Para pemain dari kedua tim turut berdiri khidmat dengan mengenakan ban lengan hitam.
Lagu kebesaran “You’ll Never Walk Alone” dinyanyikan dengan penuh khidmat, diiringi kibaran bendera dan foto Jota di layar besar stadion. Manajer Arne Slot menyebut momen ini sebagai sesuatu yang “sangat kuat dan mengesankan.” Ia menambahkan, “Cara The Kop menyanyikan lagu untuk Diogo sepanjang pertandingan menunjukkan betapa besar cinta mereka padanya.”
Pada menit ke-20, yang merupakan nomor punggung Jota di Liverpool, seluruh penonton memberikan tepuk tangan selama satu menit. Klub juga telah memutuskan untuk memensiunkan nomor 20 sebagai bentuk penghargaan terakhir untuk sang penyerang.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kemenangan dengan Latar Kesedihan
Di tengah duka yang mendalam, Liverpool berhasil meraih kemenangan 4-2 atas Bournemouth dalam laga pembuka Liga Primer. Pertandingan ini diwarnai oleh performa gemilang Mohamed Salah, yang mencetak gol terakhir dan mendedikasikan selebrasinya untuk Jota. Sang penyerang asal Mesir terlihat menitikkan air mata usai pertandingan, menunjukkan betapa beratnya kehilangan rekan setimnya.
Namun, laga ini juga dinodai oleh insiden dugaan pelecehan rasis terhadap gelandang Bournemouth, Antoine Semenyo. Liverpool dan Bournemouth sama-sama mengecam tindakan tersebut dan berjanji akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelidiki kasus ini.
Meski meraih tiga poin, suasana di Anfield tetap terasa haru. Kemenangan ini tidak hanya menjadi awal yang baik bagi Liverpool di musim baru, tetapi juga bukti kekuatan mental tim dalam menghadapi ujian emosional yang berat.
Baca Juga: Nicolas Jackson Jadi Korban Revolusi Maresca di Chelsea
Warisan Diogo Jota di Liverpool
Diogo Jota meninggalkan warisan besar selama lima musim membela Liverpool. Ia turut mempersembahkan gelar Liga Primer, Piala FA, dan Piala Liga untuk The Reds. Performanya yang konsisten dan semangatnya di lapangan membuatnya dicintai oleh suporter dan rekan setim.
Klub telah mengumumkan akan membangun patung peringatan permanen di Anfield untuk mengenang jasa-jasanya. Selain itu, nomor punggung 20 yang ia kenakan secara resmi dipensiunkan, menjadi simbol penghargaan tertinggi dari klub.
Para pemain Liverpool bertekad untuk melanjutkan perjuangan Jota di lapangan. “Dia selalu memberikan segalanya untuk tim, dan kami akan berusaha menghormatinya dengan cara kami bermain,” ujar Virgil van Dijk.
Tantangan ke Depan bagi The Reds
Di balik duka, Liverpool harus segera fokus pada tujuan musim ini: mempertahankan gelar juara. Arne Slot menyadari bahwa timnya perlu menunjukkan konsistensi, terutama dalam menghadapi rival-rival berat seperti Manchester City dan Arsenal.
Kemenangan atas Bournemouth menjadi modal awal yang baik, tetapi Slot menekankan bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. “Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras. Ini baru awal dari perjalanan panjang,” ujarnya.
Dengan semangat mengenang Jota, Liverpool bertekad untuk menjadikan musim ini sebagai persembahan untuk sang legenda. Setiap kemenangan, setiap gol, akan menjadi penghormatan yang paling berarti untuk pemain yang telah memberikan segalanya untuk klub. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi mengenai berita sepak bola terbaru lainnya hanya dengan klik footballstride.com.